Artikel
Di
susun oleh :
Mei
litha R. Saleppa
A.
Pengertian Dan Kegunaan Lapisan Osi
Sebelum adanya model referensi OSI,
sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI
berupaya membentuk suatu standar umum jaringan komputer untuk menunjang
interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Biasanya didalam suatu jaringan
yang besar terdapat banyak sekali protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya
suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak dapat saling
berkomunikasi. Model referensi OSI ini pertama kali ditujukan untuk
sebagai basis mengembangkan protokol-protokol jaringan., yang pada kenyataannya
inisiatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut disebabkan oleh berbagai
macam faktor sebagai berikut :
1. Dibandingkan
dengan model referensi DARPA (model internet) yang dikembangkan oleh IETF,
model OSI sangat berdekatan. Model dari DARPA adalah model basis TCP/IP yang
pop uler digunakan.
2. Model
OSI digadang-gadang sangat kompleks. Beberapa fungsi dirasa kurang bagus,
sementara fungsinya diulang-ulang pada beberapa lapisan.
3. Pertumbuhan
internet dan TCP/IP menjadikan model referensi OSI kurang dipakai dan kurang
diminati oleh pemakai.
Pemerintah Amerika Serikat (USA)
tengah berusaha untuk mengembangkan model referensi OSI dan mencoba untuk
mendukung model referensi OSI ini dengan solusi jaringan pemerintah pada tahun
1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang Government Open
Systems Interconnection Profile (GOSIP). Namun usaha ini tidak berhasil dan
mulai diabaikan dan ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan
yang menggunkan model referensi Layer OSI jarang dijumpai diluar wilayah
kawasan Eropa.
Layer OSI akhirnya dilihat sebagai
sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data
dalam suatu jaringa dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam
dunia nyata , semacam TCP/IP, Decnet dan IBM System Network Architecture (SNA)
memetakan tumpukan protokol mereka ke model referensi layer OSI. Model 7 Layer
OSI juga sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol
jaringan didalam sebuah protokol agar bisa berfungsi dan berinteraksi.
B.
Macam
–macam Lapisan OSI
1.
Physical
Layer
Fungsi dari Phisical Layer
merupakan berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan.
Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media
jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan
layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada
pada layer ini.
2.
Data-Link Layer
Data link layer adalah lapisan kedua dari bawah
dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi
data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan
fisik. Lapisan ini
merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat
jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau
antara node di dalam sebuah segmen local area network (LAN) yang sama. Lapisan
ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow control, koreksi kesalahan dan
pentransmisian ulang terhadap frame yang dianggap gagal. MAC address juga
diimplementasikan di dalam lapisan ini. Selain itu, beberapa perangkat seperti
Network Interface Card (NIC), switch layer 2 serta bridge jaringan juga
beroperasi di sini.
3.
Network
Layer
etwork
layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting
adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke
tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke”
network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session
terminal.
4.
Transport Layer
berfungsi untuk memecah
data ke dalam ppaket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket
tersebut sehingga dapat disusun kembali ke nomor tujuan setelah diterima.
Selain itu pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan
suxesdan mentransmisikan ulang terhadap paket yang hilang di tengah jalan.
5.
Session layer
Session Layer berfungsi untuk
mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat dipelihara atau dihancurkan.
Selain itu juga dilakukan resolusi nama.
6.
PERSENTATION LAYER
berfungsi untuk
mentranslasikan data yang hendak di tranmisikan oleh aplikasi ke dalam format
yang dapat ditranmiskan melalui jaringan. Protokol yang berada di level ini
adalah perangkat lunak redisektor <redirektor software> seperti
layanan workstation <dalam Windows NT> dan juga network shel <semacam
virtual network computering (VNC)> atau remote Deskop Protokol (RDP).
7.
APLICATION LAYER
berfungsi sebagai antar
muka aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat
mengakses jaringan dan kemudian membuat pesan kesalahan. Protokol yang berada
di lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP dan NFS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar